Mangala Naik-Turun di City

Agen Bola Terbaik

Mangala Naik-Turun di City

Manchester – Eilaquim Mangala sampai saat ini belum jua mampu membayar harga mahal yang harus ditebus Manchester City. Naik-turun performa Mangala pun mendapat pembelaan dari rekan setimnya Bacary Sagna.

City harus menggelontorkan uang sebesar 42 juta poundsterling saat memboyong Mangala dari Porto. Harga selangit yang menjadikannya bek termahal sepanjang sejarah Premier League harusnya dibarengi dengan penampilan prima di atas lapangan.

Tapi kenyataan belum berjalan sesuai harapan. Di musim perdananya, Mangala tampil buruk dan beberapa kali melakukan blunder, yang membuatnya banyak dikritik oleh publik.

Dia tampil 31 kali di seluruh kompetisi tanpa sekalipun bikin gol. Mangala juga lebih banyak menjadi cadangan Vincent Kompany dan Martin Demichelis.

Memasuki musim keduanya, Mangala sebenarnya sudah mampu tampil oke. Start gemilang City dengan meraih lima kemenangan beruntun tak lepas dari performa sip Mangala di jantung pertahanan bersama Kompany.

Mangala setidaknya sudah membuktikan bahwa City tak salah membelinya dengan harga mahal. Tapi cedera Kompany membuat Mangala menurun lagi dan dia pun kembali jadi sasaran tembak atas rapuhnya pertahanan The Citizens.

Selama dia bermain, baik itu berduet dengan Demichelis atau Nicolas Otamendi, City tak sekalipun mencatatkan clean sheet. Wajar jika kritik untuk Mangala, yang 12 kali musim ini, belum mereda

Inkonsistensi Mangala ini lantas mendapat pembelaan dari Sagna yang merasa rekannya itu pantas mendapat waktu semusim lagi untuk benar-benar beradaptasi dengan kompetisi serta kultur yang baru.

“Memang tidak mudah. Saya ingin mengingatkan kepada semuanya bahwa tidak mudah datang dan bermain di liga ini. Saya pun pernah seperti ini dan saat itu berbeda untuk saya. Saya datang di umur yang sama, 24 tahun, dan segalanya berjalan baik sejak musim pertama saya,” tutur Sagna seperti dikutip Soccerway.

“Kini kami mengalami kesulitan dengannya lagi, tapi dia memulai musim dengan sangat baik dan kami tidak kebobolan sama sekali. Tapi ketika masa-masa sulit mulai datang, yang pertama disalahkan adalah pemain belakang,” sambungnya.

“Saya disalahkan, dia juga disalahkan tapi seperti itulah sepakbola. Kami harus bisa menghadapinya, kami harus belajar. Dia sudah berbuat semaksimal mungkin untuk tampil lebih baik.”

Agen Bola Sbobet