Gol Salto Widodo serta Shin Tae-yong di Tim Musuh Era Piala Asia 1996

Agen Bola Terbaik

Gol Salto Widodo serta Shin Tae-yong di Tim Musuh Era Piala Asia 1996

Gol Salto Widodo serta Shin Tae-yong di Tim Musuh Era Piala Asia 1996

Kumpulan Agen Bola Online Terbaik – Piala Asia 1996 ialah aksi pertama Tim nasional Indonesia di level kontinental. Ada cerita mengenai gol salto Widodo Cahyono Putro serta tatap muka dengan Shin Tae-yong.
Indonesia tetap tidak berhasil meluncur dari set kwalifikasi semenjak pertama-tama turut untuk edisi 1968. Sesaat Piala Asia telah diadakan sekitar 3x sebelum Indonesia hadir untuk kwalifikasi 1968 yaitu semenjak 1956, 1960, serta 1964.

Sesudah 7x tidak berhasil masuk set penting, Indonesia pada akhirnya berhasil lolos untuk kali pertamanya pada edisi Piala Asia 1996. Rochy Putiray cs waktu itu memuncaki Group 4 set Kwalifikasi dengan mendapatkan empat point hasil sekali seimbang 0-0 dengan Malaysia serta menang 7-1 atas India.

Di set penting, Indonesia tidak dapat bicara banyak dengan cuma jadi juru kunci Group yang diisi tuan-rumah Uni Emirat Arab, Kuwait, serta Korea Selatan. Tetapi dapat dimaklumi, itu ialah pertama kali Tim nasional Indonesia level senior main di tempat kontinental.

Lagi juga, hasil yang dicapai tidak buruk-buruk sangat walau hanya mendapatkan satu point dari tiga laga set group. Team bimbingan Danurwindo sebetulnya cukup sukses dengan langsung mengambil satu point dengan bermain 2-2 menantang Kuwait pada pertandingan pertama.

Istimewanya, gol pertama Indonesia di Piala Asia diciptakan secara fantastis. Widodo Cahyono Putro, penyerang Tim nasional Indonesia waktu itu cetak gol salto sesudah terima umpan dari bagian kanan yang dilepaskan oleh Ronny Wabia di menit ke-20.

Serta Ronny Wabia sukses melipatgandakan keunggulan Pasukan Garuda di menit ke-20 sekaligus juga bawa teamnya unggul 2-0 atas Kuwait. Sayang si musuh sukses menyamai posisi melalui Hani Al-Saqer di menit ke-73 serta Badr Haji Al-Halabeej melalui eksekusi sepakan penalti menit ke-84.

Gol Widodo dalam pertandingan itu belakangan ini dikukuhkan untuk yang paling baik dalam voting Bracket Challenge versus AFC. Sekitar 72 % voters pilih gol Widodo Cahyono Putro dalam set final voting serta menaklukkan gol pemain Lebanon, Abbas Chahrour, yang hanya mendapatkan 28 % suport.

Pada pertandingan ke-2, Indonesia mendapatkan rintangan berat dengan melawan Korea Selatan, raksasa Asia sebagai berlangganan tampil di Piala Dunia. Pengalaman bicara benar, Korea unggul 4-0 melalui gol Kim Do-hoon (5′), Hwang Sun-hong (7′ & 15′), dan Ko Jeong-woon (55′).

Walau demikian, Indonesia mampu bangun dengan cetak 2 gol melalui gol Ronny Wabia (58′) serta Widodo (65′). Sayang tidak ada gol penambahan lagi sampai akhir pertandingan hingga Indonesia kalah 2-4.

Menariknya, Shin Tae-yong ikut tampil pada pertandingan itu. Pria yang sekarang jadi Pelatih Tim nasional Indonesia itu masuk dari kursi cadangan di menit ke-33 untuk gantikan Roh Sang-rae seperti dicatat rsssf.

Tim nasional Indonesia selanjutnya tutup aksinya dengan kekalahan 0-2 dari tuan-rumah UEA. Tuan-rumah maju ke set selanjutnya untuk juara group serta ditemani Kuwait dan Korea yang tempati tempat ke-2 serta ke-3.

Tiga edisi selanjutnya, Indonesia tetap maju ke set penting yaitu pada 2000, 2004, serta 2007 waktu jadi tuan-rumah bersama-sama Vietnam, Malaysia, serta Thailand. Mulai sejak itu, Indonesia mangkir panjang sampai sekarang ini.

Berkaitan performa Shin Tae-yong menantang Pasukan Garuda pada Piala Asia 1996, itu bukan pertama kali baginya terjebak dalam pertandingan menantang wakil Indonesia dalam laga. Shin Tae-yong yang saat profesinya hanya menguatkan satu club alias one-club men, yaitu Ilhwa Chunma, terlebih dulu hadapi Pelita Jaya pada tempat Asian Klub Championship (cikal akan Liga Champions Asia) 1994/95.

Untuk info, club Shin Tae-yong itu seringkali bertukar nama; dari mulai Cheonan Ilhwa Chunma, Seongnam Ilhwa Chunma, serta terbaru jadi Seongnam FC.

Pada Asian Klub Championship satu musim selanjutnya, 1995, Shin Tae-yong kembali lagi berpeluang hadapi club Indonesia yang lain yaitu Persib Bandung. Tidak hanya tampil, dia sekali menjebol gawang Persib dalam kemenangan 5-2 Cheonan Ilhwa Chunma.

Delapan tahun berlalu, Shin kembali lagi berpeluang 2x berjumpa Persik Kediri pada set group Liga Champions Asia 2004. Hasilnya, Seongnam Ilhwa Chunma menang 2-1 di kandang Persik, lantas menang fenomenal dengan score 15-0 waktu giliran melayani Macan Putih.

Hasil itu tertera untuk salah satunya kemenangan paling besar dalam riwayat Liga Champions Asia. Shin Tae-yong jadi satu dari keseluruhan 15 gol yang berlangsung di hari itu.

Sudah diketahui, 15 tahun berlalu Shin Tae-yong dipilih PSSI jadi Pelatih Tim nasional Indonesia dengan dikenalkan dengan cara sah pada Desember 2019. Pengalaman masa lampau membuat sepakbola Indonesia tidak asing-asing sangat buat pria 49 tahun itu.

Agen Bola Sbobet