Pratinjau: Kroasia Punya Pressing, Prancis Punya Tembok Pertahanan

Agen Bola Terbaik

Pratinjau: Kroasia Punya Pressing, Prancis Punya Tembok Pertahanan

Pratinjau: Kroasia Punya Pressing, Prancis Punya Tembok Pertahanan

Daftar Agen Casino Online Terpercaya,  Piala Dunia 2018 ada di pengujung jalan.Sesudah 63 laga berlalu, masuklah kita pada pertandingan pemungkas yang menghadapkan Prancis serta Kroasia di Luzhniki Fase, Moskow, Minggu (15/7/2018) jam 22 : 00 WIB.

Diatas kertas, Prancis lebih difavoritkan daripada Kroasia.Terkecuali status juara edisi 1998, Les Blues juga di dukung oleh perolehan apik—mencatat lima kemenangan serta sekali imbang—sebelum partai final serta komposisi di tiap-tiap lini yang sangat rata.

Kroasia tidak dapat di pandang remeh.Kesuksesan menaklukkan dua juara, Argentina serta Inggris, juga tutup tiga babak gugur dengan waktu perpanjangan ialah bukti jika anak-anak asuh Zlatko Dalic mempunyai kemampuan untuk merepotkan.

Histori mencatat, Prancis serta Kroasia sudah berjumpa empat kali.Dalam empat pertandingan itu, ‘Tim Ayam Jantan’ tidak sempat sekalinya menelan kekalahan, termasuk juga waktu bertemu di semi final Piala Dunia 1998 dalam pertandingan yang selesai dengan kemenangan 2-1.

Prancis serta Kroasia yang Akan Tampak dengan Susunan Lama

Prancis tidak punya masalah dengan keadaan fisik ataupun akumulasi kartu.Itu berarti, 23 pemain yang dibawa oleh Didier Deschamps ke Rusia semua mempunyai peluang turun dalam laga ini.

Tetapi, berkaca dari pentingnya pertandingan ini, nampaknya Deschamps tidak akan merubah alur 4-2-3-1 yang ia kembangkan semenjak melakukan pertandingan ke-2.Melalui alur itu, Prancis menuai empat kemenangan serta sekali imbang dengan cetak delapan gol ke gawang lawan.

Baca Juga : Kroasia Dihantui Kelelahan Jelang Final Piala Dunia 2018

Dengan alur itu, trio Blaise Matuidi, Antoine Griezmann, serta Kylian Mbappe akan jadi tumpuan di belakang Olivier Giroud yang akan di turunkan menjadi striker tunggal.Hal sama juga berlangsung di belakang waktu Raphael Varane serta Samuel Umtiti kembali dimainkan.

Kroasia juga tidak mempunyai masalah di laga ini.Ivan Strinic serta Mario Mandzukic yang alami cedera mudah dalam pertandingan semi final dimaksud sudah dalam keadaan fit.Hal itu mengisyaratkan jika Zlatko Dalic akan kembali memakai alur 4-3-3.

Ada Mandzukic di pos penyerang tengah bikin Ivan Perisic serta Ante Rebic akan masih di turunkan menjadi penyerang sayap.Keadaan yang sama saja berlangsung pada susunan pemain tengah yang nampaknya tidak akan alami pergantian.

Satu peluang yang dapat berlangsung ialah diturunkannya Josip Pivaric.Tampilan apik penggawa Dynamo Kiev itu waktu dimainkan dalam pertandingan semi final, melawan Inggris, bikin Dalic mungkin menurunkannya.

Prancis serta Resistensi pada Serangan

Di Piala Dunia 2018, Didier Deschamps hampir tetap memakai alur 4-2-3-1.Dari enam laga yang sudah ditempuh, cuma sekali ia memakai pakem lainnya, 4-3-3, yaitu waktu memerankan pertandingan perdana, hadapi Australia.

Dengan cara permainan, kemampuan Prancis ialah resistensi waktu didesak lawan.Menjadi bukti, mereka cuma terima 8, 5 eksperimen dari lawan per laga serta bikin mereka menjadi team ke empat yang terima eksperimen per laga sangat sedikit.

Dengan cara formasi, Prancis memerankan transisi dari alur 4-2-3-1 ke 4-3-3 waktu tidak memegang bola.Blaise Matuidi jadi aktor dengan berpindah pekerjaan, dari yang semula melakukan tindakan menjadi defensive winger jadi holding midfielder.

Nanti, Matuidi akan pundak membahu bersama dengan Paul Pogba serta N’Golo Kante untuk tutup ruang di seputar ruang kotak penalti.Mengenai, pekerjaan lainnya tiga pemain ini ialah menyulitkan masuknya pemain lawan dari lini ke-2.

Kemampuan Prancis tidak cuma dari tengah.Di belakang, kuarter bek Prancis, Benjamin Pavard, Raphael Varane, Samuel Umtiti, serta Lucas Hernandez, ialah kunci dari taktik yang diaplikasikan oleh Deschamps.

Ke empat pemain itu tidak cuma lihai beradu kecepatan, namun juga mempunyai kapabilitas membaca gerakan lawan sampai memerankan duel hawa.Tidak ayal, lihat kuatnya Prancis di belakang, Kroasia butuh langkah lainnya untuk mendesak.

Kroasia serta Desakan Tidak ada Henti

Berlainan dengan Prancis yang jadikan pertahanan menjadi senjata, Kroasia ialah kesebelasan yang diketahui ‘berani’.Pertandingan melawan Inggris jadi misalnya.Dalam pertandingan itu, terlihat bagaimanakah anak asuh Zlatko Dalic terus-terusan memberi desakan untuk lawan.

Agresivitas Kroasia tampak dari catatan statistik mereka sepanjang Piala Dunia 2018.Dari enam laga yang sudah ditempuh, mereka membukukan 46, 3 duel, 14, 7 tekel, serta 11 intersep per laga.

Agresivitas Kroasia diwujudkan dengan pressing tinggi.Dalam tiap-tiap pertandingan, Kroasia tetap mengaplikasikan cara itu.Mengenai skema ini diawali dengan gerakan Mario Mandzukic, Ivan Perisic, serta Ante Rebic dengan cara bersama-sama ke pertahanan lawan.

Ketetapan Dalic memberikan instruksi pressing tinggi berbuah catatan mengesankan : Kroasia terdaftar menjadi kesebelasan ke empat yang sangat banyak mencecar gawang lawan dengan rasio 16, 5 eksperimen per laga.

Lubang yang Dapat Digunakan Kroasia

Walau diketahui cukuplah solid, pertahanan Prancis sebetulnya tidak terlepas dari ketidaksempurnaan.Lubang dapat betul-betul terlihat dari pertahananLes Blues waktu mereka kuasai bola.

Waktu kuasai bola, hampir semuanya pemain Prancis naik ke daerah lawan secara cepat.Dari lini tengah, Paul Pogba dapat kurun waktu dalam waktu relatif cepat ada dimuka kotak penalti lawan, baik untuk melakukan tindakan menjadi distributor ataupun akhiri perebutan dengan eksperimen.

Usaha untuk merangsek ke pertahanan lawan secara cepat juga dikerjakan oleh dua bek sayap Prancis, Benjamin Pavard serta Lucas Hernandez.Waktu kuasai bola, mereka tidak akan menghabiskan waktu untuk lakukan overlap sampai sepertiga akhir pertahanan lawan.

Walau untungkan, ketetapan Pavard serta Hernandez untuk naik ke pertahanan lawan mungkin saja bumerang.Masalahnya ada sejumlah peristiwa dimana mereka condong telat untuk kembali pada daerah sendiri.

Yang jadi permasalahan, Prancis tidak mempunyai pelapis jika kedua-duanya telat kembali.Buruknya transisi Pogba dari menyerang ke bertahan bikin N’Golo Kante jadi hanya satu pemain yang dapat dihandalkan untuk hentikan eksploitasi di lini belakang.

Kante tidak akan cukuplah kuat untuk menangani pemain-pemain Kroasia yang diketahui bertenaga.Tidak ayal, jika dua bagian lapangan ini sukses dieksploitasi, peluang anak asuh Zlatko Dalic untuk menang bisa jadi akan semakin besar.

Garis Besar Serangan Kroasia yang Ringan Dipatahkan

Bila permasalahan Prancis dipertunjukkan oleh lubang yang dapat diakibatkan dari overlap dua bek sayap, permasalahan paling besar Kroasia sepanjang Piala Dunia 2018 ialah dominasi serangan lewat bagian lapangan yang sangat besar.

Dari enam laga, 88% serangan Kroasia dikerjakan melalui sayap.Hal tersebut pasti jadi masalah karena makin bertumpunya mereka dari ruang itu, makin ringan dipatahkan oleh lawan.

Garis besar serangan Kroasia cukuplah ringan di baca.Dalam tiap-tiap perebutan bola, hampir tentu bersumber ke bagian pertahanan lawan.Tak tahu itu dikerjakan oleh Ivan Perisic, Ante Rebic, Ivan Rakitic, Ivan Strinic, atau Sime Vrsaljko, hampir tentu selesai dengan umpan silang.

Cenderung itu semestinya dapat digunakan oleh Prancis.Dengan tempat basic Kylian Mbappe serta Antoine Griezmann di bagian lapangan, mereka harusnya dapat bikin dua bek sayap Kroasia tidak sangat aktif mengalirkan bola atau turut menolong serangan.

Tidak cuma itu, kehadiran Paul Pogba serta Blaise Matuidi di dalam waktu tidak memegang bola, semestinya dapat juga digunakan.Melalui tenaga kedua-duanya, Prancis dapat lakukan penjagaan ketat untuk bikin Luka Modric serta Ivan Rakitic susah mengalirkan bola.

Terkecuali serangan, permasalahan lainnya Kroasia ialah jauhnya jarak antarpemain serta tempat.Satu misalnya berada di lini tengah, dimana Marcelo Brozovic bermain sangat dalam, sesaat Rakitic serta Modric sangat tinggi.

Hal itu akan jadi permasalahan besar jika serangan Kroasia dipotong oleh lini belakang Prancis.Jauhnya jarak bikin Rakitic serta Modric sering telat untuk memberi pertolongan waktu didesak lawan.

Terkecuali Brozovic dengan Modric serta Rakitic, lubang juga tampak pada ruang menghubungkan bek sayap serta bek tengah.Tujuh dari 10 umpan jauh yang diarahkan Inggris ke ruang itu jadi bukti jika terlihat ada lubang di pertahanan Kroasia.

Agen Bola Sbobet